CARAPANDANG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan interactive flat panel (IFP) bukanlah pengganti guru. Melainkan sebuah alat bantu yang memperkaya proses belajar.
“Jadi, catatan pentingnya bahwa digitalisasi pendidikan ini bukan untuk menggantikan peran guru, sama sekali tidak bisa, karena pendidikan itu adalah proses yang dilakukan humanisasi, jadi tidak mungkin bisa digantikan oleh teknologi dalam hal ini. Guru tetap menjadi aktor utama yang menuntun, mengarahkan dan memastikan anak hebat aktif dalam proses belajar,” kata Atip dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
Ia mencontohkan bagaimana teknologi bisa memudahkan guru menjelaskan hal-hal yang rumit. Di mana perangkat digital seperti papan interaktif atau 'TV jumbo' dapat memvisualisasikan konsep yang abstrak lewat gambar dan video.
Cara ini, kata Atip, membuat siswa lebih mudah mengerti, karena melihat langsung jauh lebih jelas daripada hanya mendengarkan penjelasan. Selain itu, ia juga memperingatkan tentang potensi risiko kecanduan digital pada anak-anak jika pemanfaatan teknologi tidak dilakukan secara bijak dan dengan pengawasan guru.
Ia berharap, digitalisasi pembelajaran dapat menjadi transformasi ekosistem pembelajaran di Indonesia. Ini yang berfokus pada kepentingan terbaik anak dan menghubungkan teknologi dengan pedagogi yang tepat.