Di Surabaya, amarah massa diarahkan pada kepolisian. Demonstran menyerbu kantor polisi, merusak pagar, serta membakar kendaraan dinas. Bentrokan berlangsung sengit. Gas air mata dan tembakan peringatan mewarnai udara kota pelabuhan itu.
“Polisi pembunuh rakyat!” teriak massa berulang kali, merujuk pada kematian Affan.